::
Abang, kau datang!
Pekik rindu menghambur dalam pelukannya
"Lama sekali kau pergi
Kukira kau takkan kembali"
"Apakah gadisku baik-baik saja?"
Cerita panjang mengalir dariku
Kau mendengarkan
Mata sedihmu menatapku iba
"Pergilah denganku, aku akan menjagamu
Takkan kubiarkan airmatamu setetes pun tumpah
Takkan kubiarkan lagi kau tersaruk di jalanan
Ikutlah denganku, gadisku yang pernah hilang
Takkan pernah lagi kau kulepaskan"
Aku terdiam
Seketika lelah meretas keluar dari tiap pembuluh darahku
Sekejap kemudian kesadaranku pulih
Aku menggeleng lemah
Abang tersentak
"Mengapa?
Belum cukup lagi dera kau rasakan?
Kau berhak untuk bahagia, gadisku!"
"Aku sudah bahagia, abang"
"Yang kulihat kau sengsara!"
"Apa menurutmu bahagia, abang?"
Abang membuang pandangnya jauh
"Aku tlah bersama orang yang kucintai
Dan aku bahagia"
Abang menggeretakkan gerahamnya
"Tapi ia tak menjagamu
Ia membiarkanmu tersaruk-saruk memapah dirimu sendiri
Ia membuatmu menjelang kehancuranmu sendiri
Aku takkan rela gadisku menangis sendiri!"
Aku menyusut genang yang ingin tumpah di sudut mataku
"Tapi ia tak pernah meninggalkanku seperti kau meninggalkanku"
"Kau yang menyuruhku pergi!"
"Aku menyuruh pergi semua orang, abang!
Hanya satu yang tak pernah mau pergi
Hanya satu yang selalu mengejarku berlari
Hanya satu yang selalu kembali
Yang membuatku akhirnya mengerti
Untukku cintanya tak bertepi"
Abang menatapku nyalang
"Cinta tak cukup hanya diteriakkan, abang
Cinta harus dibuktikan dengan airmata
Dan aku tahu aku mencintainya
Aku sangat mencintainya"
Tangan abang terkepal
"Ia membuatmu menangis!"
"Airmata ini meyakinkanku ada tumpukan cinta tak berhingga di dalam hati
Airmata ini membuatku mengerti aku memang mencintainya
Mencintainya apa adanya
Bahkan ketika tiada lagi yang tersisa
Cinta ini tetap ada
Selalu ada!
Apalagi yang kuinginkan untuk bahagia, abang?"
Kini abang tersedu. Basah mengalir dari matanya yang memerah
"Kau benar, gadisku
Aku mencari cinta luarbiasa seperti yang kau punya
Sungguh beruntung ia yang tlah dapatkan cintamu
Cinta luarbiasa yang tak pernah kumiliki
Cinta yang seharusnya dulu kugenggam erat dan tak pernah kulepaskan"
Mata merahnya basah ketika menatapku
"Aku bertanya sekali lagi padamu, gadisku
Siapa yang paling kau cintai?
Aku tak ingin tahu siapa yang paling mencintaimu!"
Aku tersenyum
"Aku takkan pernah meninggalkannya, abang
Dia yang paling kucintai
Dialah lelakiku"
Kepalan itu menghantam dinding. Mata merahnya tak lagi basah, namun semakin memerah
"Aku mungkin bukan laki-laki yang pantas menerima cinta luarbiasa darimu
Tapi kau selalu pantas mendapatkan cinta yang utuh dariku
Akan kusimpan cinta ini untukmu, gadisku"
Abang menangkupkan tanganku di dadanya
"Tiga belas tahun aku pergi
Namun cinta ini tetap bermukim di sini
Dan dia tetap akan ada di sini
Aku mungkin bukan lelakimu
Tetapi kau akan selalu menjadi gadisku
Kemana pun aku pergi
Cinta ini selalu memanggil namamu"
Abang tersenyum, ia memaksakan untuk tersenyum
"Aku harus pergi!"
Aku takkan menahanmu, abang
Kau hanya akan menyiksa dirimu sendiri bila tetap disini
Abang membelai kepalaku sekilas
Ia berdiri dan berjalan tanpa menoleh kepadaku lagi
Aku tahu kali ini ia menyembunyikan airmatanya dariku
::
Bila hati harus memilih
Selalu kupilih dirimu
Kamis, November 19, 2009
Langgan:
Entri (Atom)
